Teruntuk yang mencinta sendirian

Kau masih menjadi sebuah alasan mengapa kedua bibirku tertarik berlawanan. Kau masihlah genggam yang selamanya akan terpendam. Kenangan konyol saat kau masih menjadi kebanggaan kini menikamku tanpa belas kasihan.

Ternyata benar segala yang pernah membuat bahagia akan menjadi luka pada saatnya.

Gambarmu yang tertinggal dalam galeri seketika menjadi duri dalam menghabiskan hari. Kapanpun aku ingat saat itu juga aku tersayat.

Hubungan kita memang dilandasi kesepakatan “aku ada saat kamu belum menemukan yang kau cinta” dan sialnya, aku kehilangan cinta saat kamu menemukannya. Karena dari awal memang kamu adalah orangnya. Aku tidak pernah berusaha mencari saat kita berusaha membangun bahagia, sementara.

Saat itu kita hanyalah sepasang remaja labil, mengembara berdua, saling percaya bahwa kita diciptakan untuk bersama. Lalu saat romansa membelenggu rasa, Tuhan menunjukkan kuasanya, bahwa dia adalah yang berhak atas semua hati manusia.

Ternyata begini rasanya mencintai seorang diri. Kau palingkan rasa pada dia yang kau cinta, ku abadikan kau dalam aksara. Pada akhirnya aku hangus tak bersisa.

Ingin ku tahu seperti apa perempuan pilihanmu, yang mampu menggantikan sosokku yang menahun bersamamu. Bukankah namaku yang dulu selalu kau sebut saat dihajar rindu. Bukankah pelukku yang kau jadikan sandar saat masalah berpendar.

Sekarang kau telah bahagia, sedang hatiku belum rela. Kau sedang gemar memasang foto berdua sedang aku dirundung luka. Kini semua mimpi telah redup bersamaan dengan kenangan kita yang tertutup.

Tuhan telah mengeluarkan sabdanya, yang usai semoga terurai, yang pergi semoga lekas terganti. Kini kedua kakiku berusaha melangkah meski kehilangan arah.

Terima kasih atas semua pengajaran. Semoga kita dapat bertemu di lain kesempatan, dengan senyum yang menenangkan.

Sebelas Februari, 2019

Hulya_adzkiya

Iklan

Perihal kabarmu

Harusnya aku mengatakan hal ini sejak kemarin sebelum kepalaku terasa penuh. Perihal kabar. Bagaimana keadaanmu? Apa kesibukanmu? Siapa yang ada di hatimu?

Aku sedang sakit. Kemarin aku begitu bersemangat mengerjakan apapun hingga sekarang aku kelelahan. Saat ini aku sedang duduk di taman kota, di bawah lampu kuning temaram. Sesekali angin berhembus membuatku menggigil.

Sesekali aku membayangkan kedatanganmu dengan khawatir yang berlebihan. Kau memarahiku habis-habisan karna aku lalai menjaga kesehatan. Namun ini sekedar khayalan bukan?

Jadi kamu sedang apa? Semoga kamu baik selalu. Jangan sepertiku yang malas menjaga diri karena patah hati. Kamu harus bahagia karna ini syarat utama saat aku tegar melepas tautan tangan kita.

Musim dingin telah tiba. Pakai jaket yang kemarin kuberikan. Jangan pernah telah makan. Jangan sakit. Tak kan ada yang memperhatikanmu sekeras aku. Tetaplah tertawa dan semoga bahagia.

Lima Februari, 2019

Hulya_adzkiya

Tidakkah kamu merasa rumpang pada bagian hati yang dulu selalu kugenapkan? Tidakkah kamu merasa kurang saat kita berjauhan tak saling tukar fikiran?

Bagaimana bisa hanya aku yang merasa ganjil. Bagaimana bisa kau terlihat baik-baik saja sedang aku berusaha keras menambal lubang dalam dada

Atau memang benar hanya aku yang mempunyai rasa, sedang kamu hanya berpura-pura. Bukankah kamu yang dulu meyakinkanku untuk memulai suatu hal baru

Aku yang saat itu tidak mengerti apa-apa, kau ajak mengenal kata cinta. Dan bagiku sekarang cinta tak lebih bualan belaka. Hanya sebatas kata-kata yang kupertanyakan kebenarannya.

Lalu siapa disini yang patut disalahkan. Aku yang menyalahi persepsi kata cinta, atau kamu yang buaya besembunyi dibalik kata cinta?

Sembilanbelas Januari, 2019

Hulya_adzkiya

Sebuah do’a

Setiap hari aku selalu menyisakan satu amin di doaku yang paling akhir, kuisi dengan harapan baik untuk seseorang di hari kemarin

Pernah suatu ketika aku bertanya, untuk apa aku melakukannya? Belum tentu seseorang itu masih ingat segalaku

Di kemudian hari, aku menemukan jawaban atas segala resah yang membuatku gundah. Mungkin harap ini kupanjatkan sebagai ucapan terimakasih yang tak bisa kuutarakan.

Dia adalah titik balik kehidupanku. Dia bagian awal dari keadaanku yang sekarang. Melaluinya aku menyadari banyak hal dalam hidup.

Seseorang itu memang melakukan dengan cara yang buruk, mencampakkanku, membuatku jatuh, mematahkan hatiku. Namun sekarang dengan akal sehatku aku mampu berfikir jika tanpa proses yang menyakitkan, tak akan mungkin aku mencapai titik yang saat ini aku syukuri.

Delapanbelas Januari, 2019

Hulya_adzkiya

Hampa

Cahayaku padam. Peneranganku hilang. Seiring derap kakimu yang menghilang.

Dalam keremangan, aku berusaha menajamkan penglihatan. Meraba, mencari sesuatu yang mungkin kau tinggalkan.

Hampa. Hanya serpihan janji manis yang berserakan. Juga air mata yang menggenang

Semula aku tak percaya. Hingga sinar rembulan terpancar. Dengan cahayanya aku memastikan, bahwa kepergianmu memang kenyataan.

Limabelas December, 2018

Hulya_adzkiya

Hampa

Cahayaku padam. Peneranganku hilang. Seiring derap kakimu yang menghilang.

Dalam keremangan, aku berusaha menajamkan penglihatan. Meraba, mencari sesuatu yang mungkin kau tinggalkan.

Hampa. Hanya serpihan janji manis yang berserakan. Juga air mata yang menggenang

Semula aku tak percaya. Hingga sinar rembulan terpancar. Dengan cahayanya aku memastikan, bahwa kepergianmu memang kenyataan.

Limabelas December, 2018

Hulya_adzkiya

Tentang hujan dan perasaan

Sesuatu yang menjadi alasanku menyukai hujan adalah ketenangan yang diciptakan alam untuk dinikmati setiap insan. Sesuatu yang memaksaku memutar kilasan kejadian, memori, juga khayalan.

Seperti kali ini, kegelisan menghampiri tanpa permisi, mengacaukan segala isi pikiran serta hati. Semua yang berbau perasaan memang demikian, menciptakan kegundahan tak berkesudahan.

Hari-hari pertemuan

Senyuman yang mendebarkan

Serta tangisan berkepanjangan

Hujan saat itu menjadi saksi. Atas raibnya bahagia yang sebentar kurasa. Hujan menjadi melodi. Kepergian seseorang yang tak ingin ku kenang.

Tentang hujan, aku tidak ingin menghentikannya. Karena hujan adalan kenangan. Datang tak pernah diundang, menyiksa perasaan, dan pergi tanpa permisi.

Hujan hanya perlu dinikmati, bukan diratapi.

Duapuluhlima November, 2018

Hulya_adzkiya