Kamu dan Secangkir Kopi

Saat pagi menjelang, apa yang paling kau harapkan untuk datang? Seseorang yang rutin mengirim pesan “selamat pagi” atau cukup secangkir kopi

Bagiku secangkir kopi sudah cukup, meski kau tak lagi ada, tapi wangi kopi mewakili semuanya. Terasa sedang duduk bersama, meski sekarang hanya aku yang tersisa.

Kopi dan “selamat pagi” adalah hal yang paling aku nanti di pagi hari, meski yang kedua sudah tidak mungkin terjadi.

Kamu adalah canduku
Kopi adalah candu penggantimu
Seharusnya aku merasa baik-baik saja meski yang terjadi malah sebaliknya.

Hidup adalah perjalanan untuk pulang

Setiap insan punya porsi hidup masing-masing untuk diperjuangkan. Tak jarang masalah datang menuntut untuk diselesaikan. Beruntung kamu yang saat ini masih berjaya di atas roda kehidupan, tidak perlu payah berfikir esok kan jadi seperti apa.

Tapi kau harus tahu, akan datang suatu masa saat roda kehidupan berputar ke bawah, akan datang saat berbagai macam cobaan serta rintangan menggerus kehidupan. Kau akan berpijak pada kerikil, beralas batu dan tergerus lumpur. Setidaknya kau akan dapat pelajaran bahwa langit tak selamanya berhias pelangi.

Kau dituntut agar mampu berpijak dengan kakimu sendiri, berjuang seorang diri, bertahan di atas lika-liku tadi. Belajar berjalan sendiri, bukan berarti hidup sendiri tanpa siapapun di sisi. Namun, kau harus belajar hidup mandiri, tidak bergantung uluran tangan orang lain.

Sesulit apapun jalan yang kau lalui hari ini, sesukar apapun tebing yang kau daki saat ini. Masih banyak mereka di luar sana yang sedang berusaha keras untuk berdiri. Namun mereka tetap tegar melangkah berlalu pergi

Menuju jalan pulang yang abadi.

Lalat dan Lebah

Pernahkah kamu mengamati lalat?
Bagaimana tingkah lakunya, kebiasaan-kebiasaannya. Lalat hanya bisa melihat sesuatu yang buruk dan busuk saja, yang baik dan wangi adalah musuh utamanya. Bangkai, sampah, kotoran adalah tempat tinggal favorit mereka.

Saat lalat hinggap pada makanan, dia akan meninggalkan najis serta penyakit pada makanan tersebut. Jika kita makan makanan yang sudah dihinggapi lalat kita bisa terserang penyakit.

Hal di atas juga berlaku saat kita suka melihat hal-hal yang buruk, perilaku yang menyertai pun akan buruk, dan akan menghasilkan output yang buruk pula.

Coba bandingkan dengan lebah, kamu tahu lebah? Lebah cuma melihat dan memilih sesuatu yang baik. Walaupun terkadang ia melewati tempat sampah dia tetap mencari bunga yang cantik.

Saat lebah hinggap pada sebuah bunga, ia akan mencari sari dari bunga tersebut berupa nektar untuk kemudian diolah menjadi madu. Madu yang dihasilkan lebah merupakan obat dari segala penyakit, karena dia pandai memilih hal-hal yang baik.

Pun berlaku pada kita, jika kita berfikir positif, mengambil hal-hal yang positif, maka hasil yang diperoleh pun juga positif.

Kebiasaan-kebiasaan dan lingkungan adalah faktor utama pembentuk output diri kita. Teruslah berbuat baik dan berada pada lingkungan yang baik agar hasil output pun juga akan baik.

Sebatas kisah

Melihatmu serupa asing, Entah kamu yang berubah atau aku yang terlalu cepat mengambil langkah

Menatapmu selayaknya hal baru, Membuatku berfikir, benarkah sebelum ini aku benar mengenalmu? atau hanya sekedar tahu namamu

Memandangmu yang begitu dingin nyaris membuatku beku, membuatku bertanya benarkah dulu adalah sosokmu? Yang begitu hangat saat bicara denganku.

Bicaramu yang amat singkat membuatku mengingat sosok yang dulu teramat dekat. Namun sekarang sudah berpindah tempat.

Entah seperti apa kita yang dulu, aku tak ingin mengingatnya, karena itu hanya sebongkah masa lalu. Nyatanya sekarang kita punya jalan baru.

Memang masanya sudah habis, tidak perlu disesali apalagi sampai menangis. Aku sudah menemukan bahagiaku sendiri, dan semoga kau pun juga. Terimakasih pernah menjadi yang terindah meski hanya sebatas kisah.

MEI “Merealisasikan Mimpi-Mimpi”

Di permulaan bulan ini, aku ingin memulai apa yang belum sempat aku mulai. Aku ingin mengerjakan apa yang seharusnya sudah aku kerjakan dari dulu. Aku mempunyai banyak mimpi yang sayangnya hanya tersimpan rapi di dalam angan. Aku punya target-target yang menunggu untuk aku wujudkan.

Tumbuh menjadi lebih baik adalah keinginan semua orang. Namun bagaimana cara kita mencapainya mungkin akan berbeda. Kini aku berusaha menemukan jalanku sendiri. Yang saat ini aku lakukan adalah langkah kecil untuk mencapai mimpiku.

Semoga apa yang tengah aku mulai akan menjadi sesuatu yang bernilai. Semoga mimpi yang aku semogakan akan terwujud dengan perlahan. Dan aku doa’kan kalian juga diistiqomahkan dalam menggapai tujuan.

Curhat pada Allah saja

Setiap manusia pasti memiliki segumpal keresahan yang ingin dikeluarkan agar merasa lega. Nah, menyampaikan keresahan yang ada dalam hati juga ada aturannya. Disini saya menyarankan untuk menyuarakan keresahan itu langsung pada dzat yang Maha mendengar.

Memang ada sebuah alasan kenapa tidak disarankannya untuk berkeluh kesah pada manusia. Karena belum tentu dia yang kau ajak berbagi turut mengalami apa yang kau alami. Dia pun tidak merasakan apa yang kamu rasakan. dia tidak paham bagaimana alur hidupmu, kondisi perasaanmu, keresahan-keresahanmu. Bagaimana mungkin kamu mengharap dia memberi solusi seperti yang kamu mau?

Respon yang kau dapat tidak akan sesuai dengan keinginanmu. Saat kau bercerita padanya, bukankah kamu berharap dia juga merasakan apa yang kamu rasakan saat itu? Tapi kenyataannya mereka hanya mampu melihat sisi luarmu. Hanya dugaan perasaan yang ia jadikan sebagai tolak ukur penyelesaian masalahmu.

Itu karena ia hanyalah seorang manusia biasa yang juga memiliki masalah sendiri. Boleh jadi solusi yang dia berikan adalah solusi untuk permasalahannya sendiri, bukan permasalahanmu.

Adalah Allah yang selalu mengerti apa yang kamu rasa dan apa yang kamu mau. Ungkapkan semua keluh kesahmu kepadaNya. Jadikan Dia sebagai temanmu dalam segala suasana hatimu. Saat kau resah InsyaAllah Dia akan menurunkan ketenangan kepadamu. Juga bonusnya jalan keluar dari permasalahanmu. Rahasia terjamin, dapat solusi juga, kurang apa coba?